dokter : penyembuh atau penyesat?

di mata saya, dokter adalah profesi yang sangat mulia. menolong orang yang sakit (di kala kesusahan) merupakan hal yang sangat terpuji (kaya di pelajaran PMP waktu SD aja…).

saya rasa, semua orang akan menghormati profesi dokter. kesehatan adalah harta yang sangat mahal. dan dokter adalah orang yang membantu kita untuk mendapatkan kesehatan itu. saya sangat berterima kasih kepada para dokter yang telah membantu saya selama saya hidup supaya saya bisa sehat. mulai dari dokter yang membantu persalinan Mama saat melahirkan saya, dokter THT langganan saya saat alergi saya kumat (dr. Agus), dokter yang menjalankan operasi pengangkatan tumor saya (dr. Arthur Tobing), dokter mata di RS Cicendo yang memberikan saya resep kacamata saat harus ganti kacamata, dan para dokter lain yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu (resmi banget sih bahasanya, he3..)

baru-baru ini saya menonton vcd miracle crusade benny hinn di mumbai, india. intinya, luar biasa pekerjaan TUHAN di india ketika itu. ada tiga vcd. air mata saya terus mengalir setiap ada kesaksian orang-orang yang disembuhkan. saya benar-benar melihat mujizat yang terjadi saat TUHAN Yesus hidup sebagai manusia di muka bumi. yang sangat menakjubkan adalah mujizat yang dialami Hadim. Hadim adalah anak laki-laki berusia tujuh tahun dan ia tuli sejak lahir. di miracle crusade ini ia disembuhkan secara mujizat. how great is our god!

ada satu hal yang menarik buat saya. kebanyakan orang yang disembuhkan saat miracle crusade ini berkata tentang vonis para dokter terhadap mereka. dokter berkata jika ayah saya tidak akan bertahan sampai 24 jam ke depan. dokter berkata bahwa penyakit saya hanya bisa disembuhkan dengan operasi. dokter berkata bahwa penyakit saya ini jarang sekali dan sulit untuk disembuhkan, dan masih banyak lagi.

dan ternyata semua vonis dokter itu salah. mereka semua bisa sembuh tanpa operasi bahkan bisa terus bertahan hidup dengan kondisi yang sehat.

wah, kali ini para dokter menjadi oknum yang disudutkan, he3…

apakah teman-teman mempunyai pendapat tentang hal ini?

6 thoughts on “dokter : penyembuh atau penyesat?

  1. gw ga setuju sih kalau dokter dibilang penyesat..
    mungkin secara ilmu medis emang ga bisa disembuhkan..
    tapi secara iman, gak ada yg mustahil..

    toh, “prosedur” faith healing biasanya gitu kan..

    “pasien” yang berhasil biasanya orang-orang yang sudah divonis dokter ga bisa sembuh atau orang-orang yang ga sanggup berobat lagi (mungkin karena faktor ekonomi)..

    makanya mereka bisa berserah & beriman sepenuhnya pada Tuhan Yesus Kristus, yang kita percaya bilur-bilurNya sanggup menyembuhkan segala penyakit..🙂

    btw, faith healing ga slalu berupa mujizat loh.. ada juga yg lewat bantuan dokter atau obat..😀 hehe..

  2. he3.. setelah dipikir, ekstrim jg judul postingan ini ya😀

    ga bermaksud seperti itu, koq. tapi dr berbagai kesaksian yg gw liat dan denger, org2 yg disembuhkan secara mujizat gt biasanya “merasa menang/lbh unggul” dari dokter yg pernah menangani penyakit mereka.. iya ga sih? ato itu perasaan gw aja ya? hmmm…

  3. Banyak banget kesaksian yang gw dengar, bahkan ada seorang kakak tidak mau ke dokter atau minum obat kalo badannya berasa sakit… dy cukup berdoa n memang sembuh…
    Pernah aku bertanya kalo kesembuhan adalah jatah kita terus apa gunanya dokter???? berdosakah orang yang pergi ke dokter??
    tapi semua orang emg ada bagiannya. ada orang dengan kapasitas iman yang begitu besar bisa menyembuhkan orang lain, ada orang denagn imannya bisa sembuh dengan doa, bukan berarti orang yang minum obat itu lebih jelek, karen jangan batasi lah cara Tuhan bekerja, Tuhan bisa bekerja melalui dokter n pengobatan modern maupun tradisional…
    Tapi Dokter memang pekerjaan yang mulia….

  4. just my opinion..
    setiap kita tau klo perjanjian lama itu kiasan utk perjanjian baru. di PL jarang sekali disebutkan kata dokter (tabib), ada bbrp bag yg menyebutkan ttg tabib:Kej 50:2 (tabib merempah2i mayat Israel), 2 Taw 16:12 (raja Asa ketika sakit ga pergi ke Tuhan tp ke tabib, pd akhirnya dia mati krn ga sembuh), Yes 3:7 (tabib dianalogikan dgn dukun pd alkitab terjemahan bahasa indonesia sehari2).

    ok, saya tidak ingin memihak..saya bergelut di bidang kesehatan sampai hari ini. dokter…dia tidak pernah menyembuhkan penyakit. apa yg dikerjakan dokter? dia mendiagnosa suatu penyakit dan berusaha mencari cara agar gejala2 penyakit itu menjadi berkurang. dokter meresepkan obat, obat masuk ke dalam tubuh, tp tetap saja Tuhanlah yang memberi kesembuhan..krn itu lah ga semua orang juga yang makan obat jd sembuh, ada malah yg kena efek samping obat, ada jg yang merasa mjd sedikit lebih baik.

    Saya bergelut dlm hal obat, belajar ttg kinerja obat di dalam Tubuh…dan sampai hari ini ga ada 1 obat pun yg tidak menimbulkan efek samping (bahkan obat alami/herbal maupun vitamin sekalipun)…sampai pada akhirnya saya bisa bilang…klo kesembuhan dan kesehatan itu karunia dari Tuhan…bisa lewat obat, bisa lwt mujizat..tp intinya Tuhanlah yang menyembuhkan.

    aku suka sekali ngeliat miracle crusade Benny Hinn. pengen jg spt itu. dlm artian, klo sakit pengen sembuh dgn mujizat, klo sehat pengen doain orang dan krn kuasa & kasih karunia Tuhan org itu jd sembuh.🙂

    Tuhan bisa pake dokter utk membantu mendiagnosa penyakit, kasi resep, dan akhirnya pasien itu bs jadi (gak selalu) sembuh… tp jauh drpd itu, Tuhan mau pertama kali, ketika kita sakit, kita mencari Tuhan lbh dulu untuk minta disembuhkan…br lah mencari dokter (bilamana perlu). fakta yg terjadi di lapangan…yg ada di kepala kita seringnya adl ‘cari dokter/obat’ ketika sakit.🙂 intinya…siapa dl an sih yg kita mintai pertolongan??🙂

    orang2 yang dah sakit gawat (ga bs disembuhin lg kata dokter)..mrk dah putus asa, ga ada lg harapan utk cari pertolongan manusia…krn itu mrk bener2 mencari Tuhan dan bukan manusia. Puji Tuhan, Ia menjawab iman. mrk disembuhkan.
    Bagaimana yg blm sembuh? jgn lah kita lgsg nge-judge klo orang itu tidak beriman…lbh baik tanya Tuhan lbh dulu knp orang itu blm sembuh.🙂 klo dokter punya satu ato 2 cara (obat, terapi) utk memulihkan keadaan pasien…Tuhan punya banyak cara untuk menyembuhkan baik scr supranatural (mujizat), maupun dgn cara2 yg lain🙂

    aku pernah disembuhkan dgn obat, aku pernah disembuhkan dgn cara mengampuni orang lain, dgn cara memutuskan untuk bersukacita, aku pernah disembuhkan dgn mujizat Tuhan….semuanya baik pada akhirnya.

    ok intinya…Dia tetap Allah yg menyembuhkan. Dokter di atas segala dokter.🙂 oleh bilur2-Nya kita telah disembuhkan

  5. sedikit menambahkan…apa hub dgn perjanjian lama spt tsb di atas? kata tabib jarang ditemukan..krn Ia Tuhan ingin kita tau bahwa hanya Tuhanlah yang menyembuhkan.

  6. obat itu g ada salahnya, bknny kita g perlu minum obat ketika kita sakit, tetapi jangan berharap pada obat berlebih-lebih. Artinya sekalipun kita tahu khasiat tertentu dari obat (atau operasi), tetapi kita harus mengerti dan percaya bahwa kesembuhan setiap sel sampai seluruh tubuh, bahkan hidup mati seseorang, itu tetap didalam tangan Tuhan. Tuhan juga mengizinkan dan memberi kesembuhan lewat obat ilmiah (bukan dengan kuasa gelap) tetapi apa yang ditentukan Tuhan oleh Tuhan itu tidak tergantung dari ada atau tidaknya obat. sekalipun obat (atau operasi) tsb pny kasiat tertentu, tetapi kalau Allah tidak menyembuhkannya, ia tnggl sakit atau mati.

    obat, laboratorium dan pendapat dokter itu hasil ilmiah, itu bukan dosa (asal jangan harap berlebih-lebih sehingga kita lebih berharap akan kasiat obat (atau operasi) daripada kepada Tuhan). apa aja pendapat dokter (bs dianggap sbg fakta). hadapi bersama Tuhan. Tuhan kita lebih dari hal2 yg alamiah dan bg Allah tdk ada yg mustahil luk1:37,ay42:2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s