alergi : mekanisme terjadinya alergi

anda punya alergi? saya punya (bangga lagi, he3). sejak kecil, saya didiagnosis memiliki alergi terhadap dingin (cuaca, makanan, minuman, lingkungan), beberapa jenis seafood dan debu. saya lahir di bulan desember, di musim hujan. pada usia dua minggu, Mama membawa saya ke dokter karena saya menunjukkan gejala flu (meler-meler kayanya). ternyata oh ternyata, itu bukan flu. tetapi reaksi alergi saya terhadap cuaca.

kata alergi berarti kerja yang diubah. alergi merupakan suatu respons yang dilakukan sistem kekebalan terhadap suatu makanan, zat yang terhirup, inhalan, atau zat kimia tertentu. secara sederhana, reaksi alergi merupakan respon sistem kekebalan yang diperkuat secara tidak tepat atau buruk terhadap sesuatu yang tidak membahayakan. pada umumnya, reaksi alergi dapat berbentuk rasa sakit kepala atau kelelahan, bersin-bersin, mata berair dan hidung tersumbat. reaksi alergi yang lebih hebat, seperti reaksi alergi terhadap kacang, ikan, dan sengatan serangga tertentu dikenal dengan sebutan anafilaksis (anaphylaxis) dan ditandai oleh pembengkakan jaringan dan ketidakmampuan untuk bernapas. epinefrin sintetis, yakni suatu hormon yang secara alami dihasilkan oleh kelenjar adrenalin dapat disuntikkan untuk melawan reaksi alergi tersebut. orang yang menderita alergi hebat sebaiknya membawa pena epinefrin sebagai persiapan jika secara tidak sengaja terpapar pada penyebab alergi (alergen). wah, beli di mana tuh ya??

sistem kekebalan manusia dapat disamakan dengan sebuah balatentara sorga, eh salah, mksdnya balatentara modern. terdiri dari banyak divisi yang berbeda yang bekerja di bawah arahan suatu komando pusat. seperti tentara, sistem kekebalan membutuhkan intellegensi yang baik. sistem kekebalan harus mengenali dan menyerang musuh dan pada waktu yang sama mencegah korban-korban dari “serangan teman”.

dalam sistem kekebalan yang berfungsi dengan benar, sel-sel limfosit B dan limfosit T bertanggung jawab untuk mendeteksi penyerang dan menghasilkan antibodi untuk melawannya. saat sel B bertemu dengan sesuatu yang dianggapnya asing bagi tubuh-seperti bakteri, virus, dll-sel tersebut berubah menjadi sel plasma dan menghasilkan antibodi dalam jumlah besar. antibodi bersifat spesifik terhadap antigen tersebut dan menetralkan agen asing atau menghancurkannya. sel-sel pembantu-T (T-helper cell) terlibat dalam respon ini. sel pembantu TH-1 meningkatkan kemampuan sistem kekebalan dalam respon infeksi atau luka. sel pembantu TH-2 meningkatkan produksi antibodi dengan melepas faktor pertumbuhan yang meningkatkan produksi antibodi. saat sel-sel pembantu-T ini bereaksi terlalu berlebihan, mereka menghasilkan sistem kekebalan yang serupa dengan “serangan teman”. mereka tidak lagi dapat membedakan antara lawan atau kawan sehingga malah menghancurkan sel-sel yang merupakan dirinya sendiri.

reaksi alergi berkaitan dengan respon yang berlebihan atau hiperaktif ini. sistem kekebalan dari orang yang mengalami alergi bereaksi secara defensif saat alergen tertentu hadir, menghasilkan suatu kelas khusus antibodi yang disebut imunoglobulin E (IgE) dalam jumlah banyak. beberapa antibodi IgE yang berbeda dihasilkan bagi setiap jenis alergen, entah itu berupa lateks, bulu hewan peliharaan, dan serbuk sari pohon. molekul-molekul IgE bersifat spesifik terhadap alergen awal dan dapat langsung berikatan dengan alergen yang menyebabkan dihasilkannya IgE.

molekul-molekul IgE yang bereaksi hanya dengan alergen tertentu ini berkelana di dalam darah dan menempel pada reseptor atau “lokasi penerima” di permukaan mast cell-sel yang ditemukan pada banyak jaringan tubuh, yang membentuk dan melepaskan histamin, yakni suatu zat kimia yang menyebabkan gejala klasik dari mata berair, bersin-bersin, bentol-bentol, atau biduran. setelah menempel pada permukaan sel mast, IgE dapat bertahan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan dan selalu siap menempel pada alergen awal yang memicu pembentukkannya. saat alergen tersebut masuk kembali ke dalam tubuh pada kesempatan berikutnya, jalur alergi pun dimulai dan berakibat pada pelepasan kembali histamin dari sel mast. gejala-gejala alergi dapat terjadi dalam waktu beberapa menit saja atau sampau waktu jam dari saat terkena alergen.

alergi tampaknya diwarisi, kerap kali dari pihak ibu (oo… no.. ntar anak gw kemungkinan pny alerginya gede duoonkkk??). sedikitnya tiga gen dipercaya bertanggung jawab atas alergi, namun baru satu yang teridentifikasi. gen ini menghasilkan interleukin 4 (IL-4), suatu faktor pertumbuhan yang dibutuhkan dalam produksi IgE. produksi IL-4 yang berlebihan mengarah pada produksi IgE yang lebih banyak, yang selanjutnya mengarah pada alergi.

sebagian besar serangan alergi  merupakan reaksi pertahanan sistem kekebalan melawan substansi tertentu yang tidak berbahaya yang disalahpahami oleh tubuh sebagai parasit yang berbahaya. IgE diketahui meningkat drastis saat bereaksi dengan parasit. Eosinofil (sel-sel yang membunuh parasit, seperti cacing) bekerja sama dengan IgE. Karena itulah salah satu tanda klasik seorang anak yang memiliki parasit dalam tubuhnya adalah gatal-gatal pada hidung dan mata berair. ini merupakan akibat dari sistem kekebalan yang mencoba membunuh parasit sambil melepaskan cukup banyak IgE yang dapat meniru gejala alergi.

5 thoughts on “alergi : mekanisme terjadinya alergi

  1. Wow,dek.luar biasa.km bhasil membahasakan ‘bahasa dewa farmasi’ dgn cara yg jauh lbh mudah dipahami orang awam. Good job. Km bnr2 mpelajarinya dgn sungguh2.hehe..
    Buat kami2 anak farmasi,cm org2 ttt aja yg bhasil mempelajari mekanisme yg kamu ceritakan itu. Di farmasi itu tmsk mata kul ‘imunologi’ yg mjd momok bg hampir smua mahasiswa lho..hehe..ajaib klo bs dpt nilai A ato B.hehe…
    Pesen cc: smoga lekas sembuh ya,dek..:)

  2. hmm…
    ngerti ko tulisannya..
    tapi maunya dijelasin lagi dunk mekanisme alerginya dari awal..
    biar jelas asal muasalnya….

  3. thanks bo……… q snang bngt dngn pnjlasanx, bagi2 dunk, cara ampuh untuk membuat orng cpt faham pembicaraan kita. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s