sekilas tentang jantung

Unit anatomi dan fisiologi terkecil di dalam tubuh manusia yang dalam kondisi yang tepat dapat hidup dan bereproduksi sendiri adalah sel. Kelompok-kelompok sel dan substansi yang mengelilingi yang bersama-sama berfungsi untuk melakukan satu atau beberapa aktivitas dalam tubuh disebut jaringan. Kombinasi dari jaringan-jaringan yang melakukan tugas yang komplek disebut organ dan organ-organ yang bekerja sama membentuk sistem organ. Tubuh manusia memiliki sebelas sistem organ utama, yaitu :

  1. sistem integumen (kulit, rambut, kuku, dan beberapa kelenjar),
  2. sistem endokrin (kelenjar yang tidak berpembuluh, seperti tiroid dan adrenalin),
  3. sistem limfatik (kelenjar, node limfa, limfa, dan pembuluh limfa),
  4. sistem pencernaan (mulut, kerongkongan, lambung, usus, dll),
  5. sistem urinari (ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra),
  6. sistem reproduksi (ovarium, testis, sel reproduksi, juga kelenjar-kelenjar dan pembuluh-pembuluhnya),
  7. sistem sirkulasi (jantung, darah, dan pembuluh darah),
  8. sistem respirasi (saluran udara dan paru-paru),
  9. sistem saraf (otak, sumsum tulang belakang, saraf periferi, dan organ sensori),
  10. sistem skeletal (tulang dan tulang rawan), dan
  11. sistem muskular (otot tulang).

Sistem sirkulasi mendistribusikan nutrisi dan hormon ke seluruh tubuh, mengambil sisa-sisa respirasi dari jaringan, menyediakan sebuah mekanisme untuk meregulasi temperatur dan memindahkan panas yang dihasilkan dari aktivitas metabolisme organ internal tubuh.

sirlukasi pembuluh

Darah mengalir melalui jaringan pembuluh darah (Gambar 1 dan 2) yang panjang antara jantung dan jaringan-jaringan periferal. Pembuluh darah dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

  1. sirkuit pulmorari, yang membawa darah dari dan ke permukaan pertukaran gas di paru-paru, dan
  2. sirkuit sistemik, yang membawa darah dari dan ke seluruh tubuh.

Setiap sirkuit berawal dan berakhir di jantung, dan darah melalui kedua sirkuit ini secara sequence. Misalnya, darah yang kembali ke jantung dari sirkuit sistemik harus melewati sirkuit pulmonari dulu sebelum memasuki sirkuit sistemik lagi.       

Jantung (Gambar 3) yang merupakan pusat pemompaan yang memompa darah ke seluruh pembuluh darah, terdiri dari dua pompa, di sisi kanan dan di sisi kiri. Setiap sisi memiliki satu ruangan (disebut atrium) yang menerima darah dan ruangan lain (disebut ventrikel) yang memompa darah keluar dari jantung. Sisi kanan memindahkan darah deoksigenasi yang berisi karbon dioksida dari seluruh tubuh ke paru-paru, sedangkan sisi sebelah kiri menerima darah oksigenasi yang kebanyakan karbon dioksidanya sudah diambil dari paru-paru dan memompakannya ke seluruh tubuh. Atrium dan ventrikel dibatasi oleh katup yang disebut katup atrioventricular (AV) yang membuat darah hanya mengalir ke satu arah, yaitu dari atirum ke ventrikel.

jantung

Atrium kanan menerima darah siskuit sistemik melalui dua pembuluh darah vena yang besar, yaitu vena cava superior (dari kepala, leher, dada, dan anggota tubuh bagian atas) dan vena cava inferior (dari anggota tubuh bagian bawah). Katup atrioventricular kanan terdiri dari tiga flap sehingga disebut juga katup tricuspid. Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan lalu memompakannya ke arteri pulmonari kanan dan kiri.

Atrium kiri menerima darah dari paru-paru melalui dua vena pulmonari kanan dan dua vena pulmonari kiri. Antara atrium kiri dan ventrikel kiri dibatasi oleh katup atrioventricular kiri yang terdiri dari dua flap sehingga disebut juga katup bicuspid atau mitral. Ventrikel kiri berukuran lebih besar daripada ventrikel kanan dan juga memiliki dinding yang lebih tebal (dinding jantung terdiri dari otot-otot jantung) sehingga mampu menciptakan tekanan yang sanggup mendorong darah mengalir ke seluruh pembuluh darah di sirkuit sistemik.

 

 

Detak Jantung (The Heartbeat)

Ada dua tipe otot jantung yang terlibat dalam detak jantung yang normal, yaitu :

  1. sel-sel kontraktil, yang menghasilkan kontraksi yang kuat yang mendorong darah, dan
  2. otot-otot jantung khusus sistem konduksi, yang mengendalikan dan mengkoordinasi aktivitas dari sel-sel kontraktil.

Pada otot jantung dan tulang,

  1. sebuah potensial aksi dapat menarik Ca2+ di antara myofibril
  2. terhimpitnya Ca2+ ke troponin di filamen yang tipis dapat menginisiasi kontraksi.

Resting potential di sel kontraktil di ventrikel besarnya mendekati -90mV. Action potential (Gambar 4) di ventrikel berlangsung selama 250-300 msec. Action potential dimulai ketika sel otot ventrikel berada pada threshold, yaitu kira-kira -75 mV.  Ketika threshold dicapai, action potential akan berlangsung dalam tiga langkah dasar, yaitu :

  1. depolarisasi yang cepat (rapid depolarization)
  2. the plateau
  3. repolarisasi (repolarization)

repo-depo1

Sistem konduksi (Gambar 5) disebut juga sebagai sistem nodal, adalah sebuah jaringan pada sel-sel jantung khusus yang menginisiasi dan mendistribusikan impuls elektrik. Sistem konduksi meliputi :

  1. nodal sinoatrial (SA), terletak di dinding atrium kanan.
  2. nodal atrioventrikular (AV), terletak di persimpangan antara atrium dan ventrikel.
  3. sel-sel konduksi, yang menghubungkan dua nodal dan dan mendistribusikan rangsangan stimulus melalui myocardium. Sel-sel konduksi di atrium ditemukan di jalur internodal, yang ada di antara nodal SA sampai nodal AV. Sel-sel konduksi di ventrikel termasuk yang ada di berkas AV, berkas cabang dan serabut purkinje, mendistribusikan rangsangan ke myocardium ventrikel.

impulse-conduction

8 thoughts on “sekilas tentang jantung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s