come home

The Prodigal Son adalah kisah yang sangat menarik yang ditulis di Alkitab. Banyak dipakai saat khotbah Pemulihan Hati Bapa. Kisah ini menceritakan tentang pribadi Bapa kita di sorga yang penuh kasih dan sangat menyayangi anak-anak-Nya dengan kasih yang tidak bersyarat dan tanpa batas.

Pernah ga ngerasa jadi si anak bungsu di kisah ini? Atau jadi anak sulung? Atau malah jadi anak lembu tambun yang disembelih buat pesta?😛

Secara tidak sadar, kita pasti pernah jadi anak bungsu maupun anak sulung dari kisah ini (multitasking gitu deh kayanya…😛 ) Anak bungsu yang hilang di luar rumah bapanya dan anak sulung yang hilang di dalam rumah bapanya. Mungkin buat anak sulung agak tidak tepat klo dia dibilang hilang. Hmmm…kita sebut aja dia ga terlalu kenal siapa bapanya.

Akhir-akhir ini saya merasa sulit percaya dengan kebaikan TUHAN. Banyak hal yang terjadi dan hasil akhirnya saya merasa disakiti. Saya juga sering merasa marah pada diri sendiri. Kenapa semua hal ini harus terjadi dan saya kalah? Serasa jadi pecundang. I wish I could turn back time. Sampai-sampai saya punya kesimpulan seperti ini : kebaikan hanya terjadi di hidup orang lain, bukan di hidup saya, dan juga orang lain selalu benar dan saya yang selalu salah. Bahkan sampai detik ini pun saya masih berkesimpulan hal yang sama.

Hehe.. lebay ga sih?

 

Lelah meniti kepuasan diri
Tiada terasa ku telah pergi
Meninggalkan Engkau sendiri
Tak peduli lagi

Aku seperti bunga yang kering
Yang berguguran diterpa angin
Sejuta hasrat ‘tuk kembali
Tinggalkan kesombongan diri

(by One Way)

 

Serasa jadi anak yang hilang, tapi ga tau jalan pulang. Just wanna come home now…

 

Di dalam kehampaan malam
Terdengar rintihku yang dalam
Hidupku yang semakin kelam
Bagaikan kapal kutenggelam

Kubagai anak yang terhilang
Yang tak tahu arah tujuan
Sampai saat mulai kudengar
Suara Bapaku berkata

Kembalilah anak-Ku sayang
Aku rindu kau pulang
Di sini Aku t’lah menunggu
Berharap engkau mendengar-Ku

Kembalilah anak-Ku sayang
Aku rindu kau pulang
Di rumah telah kusiapkan
Pesta untukmu yang ‘kan datang

Pulang.. pulang.. pulang..

(by One Way)

 

When he was still a long way off, his father saw him. His heart pounding, he ran out, embraced him, and kissed him.

 

We’re going to feast! We’re going to have a wonderful time! My son is here–given up for dead and now alive! Given up for lost and now found!

One thought on “come home

  1. Living on my own,thinking for myself
    Castles in the sand, temparary wealth
    Walls are falling down,storms are closing im
    Tears have filled my eyes, here I am again

    And I’ve held out as long as i can
    Now I’m letting go and holding out my hand

    Daddy, here I am again, will you take me back tomight
    I went and made the world my friend and it feft me high and dry
    I drag your name back through the mud
    Tht you first found me in
    Not worthy to be called your son
    Is this to be my end
    Daddy, here I am
    Here I am again

    Curse this morning sun, drags me in to one more day
    Of reaping wat i sown, of living with my shame
    Wilcome to my world and the life that I have made
    Where one day you’re a prince, the next day you’re a slave.

    —– Prodigal—- by Casting Crown

    touching
    pastinya pernah ngerasa sbg anak bungsu, dan waktu ingat masa-masa itu, aku jadi tau lagi, Dia luar biasa dan SELAMANYA luar biasa…

    amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s