satu hal yang sulit: mengampuni

Kisah ini saya ambil dari buku Surprise Gifts (Kisah-kisah luar biasa tentang berbagi berkat) karya David Jeremiah terbitan Gloria Grafa.

Cukuplah Anugerah-Nya

Pada hari Minggu pagi tanggal 8 November 1987, seorang pria Irlandia, Gordon Wilson, bersama putrinya yang berusia 28 tahun, Marie, pergi untuk menonton pawai di kota Enniskillen di Irlandia Utara. Ketika mereka berdiri di samping sebuah dinding batu sembari menantikan kesatuan prajurit dan polisi Inggris berbaris melewati mereka, sebuah bom dari teroris IRA (Irish Republican Army) meledak di belakang mereka.

Enam orang tewas seketika karena ledakan itu. Gordon dan putinya terkubur beberapa meter di bawah tumpukan batu. Gordon merasakan bahu dan lengannya terluka tetapi ia tidak dapat bergerak. Kemudian, ia merasakan seseorang menyentuh jari-jarinya.

“Ini Ayah, kan?” bisik Marie. “Betul, Marie,” sahut ayahnya. Gordon mendengar suara-suara samar orang-orang yang berteriak kesakitan, kemudian suara yang jauh lebih jelas, yakni teriakan Marie. Ia meremas tangan putrinya kuat-kuat sambil berkali-kali bertanya apakah ia baik-baik saja. Di antara jerit kesakitannya, Marie berkali-kali meyakinkan ayahnya bahwa ia baik-baik saja.

“Ayah, aku sangat mengasihi Ayah,” itulah kata-kata terakhir putrinya yang didengar Gordon. Empat jam kemudian, setelah mereka akhirnya diselamatkan, Marie meninggal dunia di rumah sakit karena mengalami kerusakan parah di otak dan tulang belakang.

Selanjutnya, siang itu, seorang wartawan BBC ingin mewawancarai Gordon. Setelah ia menggambarkan apa yang sedang terjadi, wartawan itu bertanya kepada Gordon, “Bagaimana perasaan Anda terhadap orang yang memasang bom itu?”

Jawabannya sangat mengejutkan. “Saya tidak membenci mereka,” sahut Gordon. “Saya tidak dendam kepada mereka. Kata-kata yang sengit tidak akan menghidupkan Marie Wilson kembali. Saya akan berdoa malam ini dan setiap malam agar Allah mengampuni mereka.” Sebagian orang menduga bahwa pernyataan itulah yang akhirnya menenangkan kelompok-kelompok militer yang sebelumnya sangat marah terhadap pengeboman itu dan hal ini mencegah terjadinya suatu serangan balasan yang berdarah.

Pada bulan berikutnya, banyak orang bertanya kepada Gordon yang akhirnya menjadi senator di Republik Irlandia tentang bagaimana ia dapat mengampuni tindakan kejam yang didasari kebencian tersebut.

“Hati saya terluka,” ujar Gordon. “Saya telah kehilangan putri saya, tetapi saya tidak marah. Kata-kata terakhir Marie kepada saya – kata-kata kasih – menumbuhkan kasih saya. Saya menerima anugerah Allah untuk mengampuni melalui kekuatan kasih-Nya bagi saya.”

Selama bertahun-tahun setelah tragedi yang merenggut nyawa putrinya dan yang juga nyaris merenggut nyawanya sendiri itu, Gordon Wilson bekerja tanpa kenal lelah untuk memperjuangkan kedamaian dan rekonsilisasi di Irlandia Utara sampai akhir hayatnya.

Gordon Wilson telah mengalami anugerah Allah, kasih dan pengampunan-Nya yang melingkupi segalanya. Manakala anugerah menyentuh kehidupan kita, maka kita merasa diampuni dan dibebaskan dari belenggu pada bagian terpenting terpenting dalam kehidupan kita, dan kita pun mendapatkan anugerah untuk mengampuni orang lain. Anugerah dan pengampunan semacam itu dapat membawa kedamaian di mana ada perselisihan, membawa pemulihan di mana ada keputusasaan. Anugerah semacam itu dapat mengubah kehidupan kita dan kehidupan orang-orang di sekeliling kita – bahkan mereka yang melukai hati kita – untuk selama-lamanya.

 

Bagi saya, mengampuni adalah hal yang sulit. Saya tahu jika hal ini sangat sangatlah egois. TUHAN saja mengampuni hal-hal yang tdak terampuni dalam hidup saya. Mengapa saya tidak bisa mengampuni beberapa orang yang bersalah kepada saya? Toh saya tidak melebihi TUHAN.

It’s hard to forgive. Sekali hati saya disakiti oleh seseorang, maka saya akan menutup hati saya untuk orang itu seumur hidup saya. Dampak lainnya, saya akan menjadi semakin tertutup karena saya akan menjaga hati saya sedemikian rupa supaya tidak disakiti lagi.

Hal yang paling sulit adalah mengampuni diri sendiri. That’s a very hard one. Help me, Lord. I believe Your grace will make me able to forgive.

 

Mengampuni dengan alasan apapun bukanlah bentuk dari kemurahan hati kristiani, melainkan keadilan semata. Menjadi seorang kristiani berarti harus mengampuni hal yang tak terampuni, karena Allah telah mengampuni hal yang tak terampuni dalam diri Anda.

C.S. Lewis

8 thoughts on “satu hal yang sulit: mengampuni

  1. setengah hari gitu? ga ah… di sini, satu harinya 24 jam, nez. klo di tempat lo 40 jam ya?😛

    blog sion? hmm… *mikir* klo mo nge-post di blog sion hrs doa puasa dulu. ga deh.. klo di blog gw kan apa aja bisa di-post, bahkan hal yang ga penting pun bisa, kaya tulisan yang kebalik2 itu, hehe

    btw, komen lo yg ini masuk spam loh. koq bs ya?:-/

  2. Good story…

    kalo dari gw…

    mengampuni itu suatu pilihan n suatu proses…

    kita memilih untuk mengampuni lalu TUHAN akan memproses apakah kita betul2 mengampuni…

    (terkadang gw cm mau memilih mengampuni tp ga mau di proses pengecekan nya… hehehe)
    🙂

  3. kaya nya wordpress pake filter jumlah line atau karakter (ato blog lo sentimen sama gw :p)

    itu 3 post (post ini dan 2 post sebelumnya) timestamp nya 29 januari 2009 kan? dan gw baca post ini siang2. Jadi lo post 3 tulisan ini dalam kurun waktu 12 jam kan?😀

  4. kayanya karena alasan yang kedua deh👿

    seinget gw sih ga dalam 12 jam koq. lebih dari 12 jam. klo ga salah 2 postingan yang sebelumnya gw post tanggal 28 malem (ato tanggal 29 subuh ya?😛 )

  5. yupz, mengampuni emang sesuatu yang susah, namun pasti bisa kok, soalnya aku juga pernah ngalamin betapa sulitnya mengampuni (bahkan sampai kepahitan)

  6. klo udah kepahitan sih aku ga bs blg apa2. jgn ampe aku kepahitan..

    btw, mgkn ga ya ada org yg kepahitan ama diri sndr? hmm… *mikirr*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s