there is so much more to see

Tanggal 19-20 Februari yang lalu saya mengikuti seminar dan KKR Kingdom Transformation Now! yang diadakan oleh Jaringan Doa sekota Bandung dan Gereja-gereja di Kota Bandung. Pembicara di seminar dan KKR ini adalah Ps. Jonathan David (hmm…. nice name. menggabungkan nama dua orang sahabat) dari Malaysia. Topik-topik yang dibahas adalah :

  1. Kebangkitan dari kuasa firman TUHAN
  2. Kekuatan transformasi perorangan
  3. Membangun jemaat dan menguasai kota
  4. Berdampak pada dunia bisnis dan kerja (marketplace)

Pada KKR hari pertama, Ps. Jo (sapaan sok akrab, hehe) menjelaskan Pengkhotbah 3:1-11.

Ada suatu waktu untuk setiap peristiwa di bawah langit ini. Untuk lahir, meninggal, menanam, mencabut yang ditanam, mengasihi, membenci, perang, berdamai, dll (ayat 1-8). Tetapi apakah untung pekerja dari pekerjaannya yang sudah dilakukan dengan berjerih payah (ayat 9)? Seharusnya apapun yang kita lakukan akan menghasilkan sesuatu. Adalah sesuatu yang sia-sia jika kita mengerjakan sesuatu tetapi kita tidak mendapatkan hasil dan juga tidak ke mana-mana. Ada banyak orang yang melakukan hal-hal yang sama dengan cara ritual yang sama, tetapi mereka tidak ke mana-mana. Mereka hanya berlari di tempat. Mereka tidak ke mana-mana. Tidak ada arahan, tetapi ada banyak sekali aktivitas. Mereka berkeringat, tetapi mereka tetap tidak pergi ke mana-mana. Sama seperti orang yang berlari di atas treadmill, yang tidak lari ke mana-mana dan tidak memenangkan perlombaan apapun. Mungkin dia dapat menjadi lebih sehat, tetapi tidak mencapai tujuan apapun. Ada banyak sekali orang yang melakukan banyak hal tetapi mereka sebetulnya sedang tidak ke mana-mana. Ada banyak gereja seperti itu. Setiap minggu mereka bertemu, ada banyak tim penyembahan, hanya bernyanyi, but they’re not going anywhere. Alkitab mengatakan, apa keuntungan semua itu setelah semua jerih payah kita?

Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya (ayat 10). Sebenarnya, semua hal yang tertulis di ayat 2-8 adalah aktivitas yang diberikan Allah kepada umat manusia untuk menyibukkan diri mereka. Ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun (ayat 3). Sama seperti tentara US yang mengebom Irak lalu menghancurkannya kemudian membangunnya kembali. Juga sama seperti pasangan suami istri yang bekerja keras untuk menikah, kemudian bekerja keras juga untuk bercerai. Juga sama dengan orang yang sakit, lalu berusaha keras untuk sembuh, lalu sembuh, kemudian berpesta dan makan makanan yang dilarang, kemudian menjadi sakit lagi, kemudian berdoa supaya sembuh kembali. Inilah cara anak-anak manusia melakukan aktivitasnya dan sebenarnya mereka tidak sedang ke mana-mana.

Di ayat 11, TUHAN memberikan pewahyuan bagaimana seharusnya kita hidup di muka bumi ini. Tidak sama seperti manusia lain pada umumnya di muka bumi ini (ayat 2-8). TUHAN tidak ingin kita hanya pergi kerja, pulang kerja, lalu pergi lagi dan pulang lagi. Tidak seperti hamster yang hanya berlari-lari di putaran dalam kandangnya, tidak pergi ke mana-mana, lalu mati.

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. 

TUHAN telah menetapkan sebuah kekekalan dalam hati kita. Tanpa itu, kita tidak akan mengerti apa yang TUHAN sudah mulai lakukan dan bagaimana hal itu diakhiri. Kita terbatas oleh waktu manusia. Waktu manusia menentukan aktivitas manusia. Ada waktu untuk hidup, ada waktu untuk mati, dst. Akan selalu ada waktu yang harus kita jalani untuk melakukan aktivitas dan membuat kita tetap sibuk sehingga kita tidak tahu apa yang sudah TUHAN lakukan, sedang lakukan dan akan lakukan. Jadi, TUHAN bergerak dengan timetable-Nya sendiri dan manusia juga bergerak dalam timetable-nya sendiri. Dua timetable yang berbeda ini sama seperti jalan paralel yang tidak akan bisa bertemu.

TUHAN ingin mengubah semua itu. Sehingga Ia membuat segala sesuatu indah (appropriate) pada waktunya. Segal sesuatunya akan menjadi indah. Segala sesuatunya akan sesuai dengan tempatnya. Apapun yang TUHAN rencanakan akan menjadi rencana dan terjadi dalam hidup kita juga. Sebagai mana terjadi di sorga, begitulah akan terjadi dalam dunia ini. Apapun yang menjadi kerinduan TUHAN akan tergenapi dalam hidup kita.

Bagaimana hal ini dapat terjadi? TUHAN menetapkan kekekalan dalam hati manusia. Manusia tidak mengenal kekekalan. Mereka hanya mengenali 70 tahun yang mereka jalani di bumi ini. Tetapi TUHAN lebih tertarik kepada kekekalan. Maka TUHAN mengambil kekekalan dan menanamnya dalam hati kita. Pada saat TUHAN menanam kekekalan dalam hati kita, maka kita akan mengenali waktu TUHAN. Kita akan mengenali apa yang menjadi rencana TUHAN. Apa yang sudah TUHAN lakukan, sedang lakukan dan akan lakukan. Sehingga kita bisa membuat penyesuaian dalam hidup kita, terus terhubung dengan TUHAN, mengikuti apa yang Dia lakukan dan tetap selaras dengan-Nya. Adalah hal yang penting untuk kita tetap bisa terkoneksi dengan TUHAN. Ketika TUHAN bergerak, maka kita pun bergerak. Ketika TUHAN mengerjakan sesuatu, maka apa yang kita kerjakan pun sekaras dengan pekerjaan-Nya.

Kebanyakan orang tidak terkoneksi dengan TUHAN tetapi dengan dunia. Apa yang dunia lakukan dapat segera mereka responi, tetapi apa yang TUHAN sedang lakukan tidak dapat mereka responi. Mereka memiliki program aplikasi untuk membuka file-file dari dunia, tetapi tidak memiliki program aplikasi untuk membuka file-file dari sorga. Tetapi TUHAN telah menetapkan kekekalan dalam hati kita sehingga kita bisa membuka file-file dari sorga. Ada banyak gereja yang tidak memiliki program aplikasi untuk membuka file-file dari sorga, sehingga TUHAN mengirimkan nabi-Nya untuk memberikan program aplikasi tersebut.

So, apa yang harus kita kerjakan sekarang? Donlot apa program aplikasinya, hehe.

Pelajaran yang saya ambil adalah there is so much more to see behind everything that happened in our lives. Mengapa? Karena TUHAN sedang mengerjakan sesuatu dalam kekekalan. Yang perlu saya lakukan adalah menyamakan frekuensi receiver saya dengan frekuensi transmitter sorga. Dengan demikian, saya akan menjadi semakin bijak (amen…) karena saya bisa melihat semua hal melalui sudut pandang TUHAN.

 

Well I know that I may have had my share of failing and falling
But I have come to understand one thing remains
By all He’s done, I have been made holy
Worthy of serving the One, the One who wrote eternity, so deep in my heart

Open your eyes and see the wonder of a life so wonderfully free
Lift up your head believe there is more, there’s so much more to see

You remind me still of the hope and promise daring my heart to be brave
And all the while You strengthen me so deep in my heart

His mercies are new every morning
His mercies are new every day
His mercies are new every morning
Beautifully new every day

Lift up your eyes and see
Lift up your eyes and see
Lift up your eyes and see
Lift up your eyes and see

(More to see – Mighty to save – Hillsong)

Translation :

Mungkin saya telah mengalami kegagalan dan kejatuhan
Tetapi saya mulai mengerti bahwa ada satu hal yang tetap

Karena semua yang sudah Dia lakukan, saya dikuduskan dan dilayakkan untuk melayani-Nya
Yaitu Dia yang menuliskan kekekalan di kedalaman hati saya.

Bukalah matamu dan lihatlah keindahan kehidupan yang amat sangat bebas

Angkatlah kepalamu dan percayalah bahwa ada banyak sekali hal yang dapat dilihat

Engkau tetap mengingatkanku terhadap harapan dan janji yang menantang aku untuk berani
Dan sementara itu Engkau menguatkan aku sangat dalam di hatiku

Kemurahan-kemurahan-Nya baru di setiap pagi
Kemurahan-kemurahan-Nya baru di setiap hari
Baru dan indah setiap harinya

Angkatlah matamu dan lihatlah

One thought on “there is so much more to see

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s