neither do I condemn you

media massa kita hari-hari ini dipenuhi beragam berita. mulai dari harta karun gayus tambunan, pemilihan ketua kpk, gempa di papua, sampai kasus video porno mirip artis (ariel-luna-tary).

kasus video porno ini menuai beragam reaksi dari masyarakat. kebanyakan sih mengecam, mengutuk, menghina, dll. sebagai sesama manusia ciptaan Sang Khalik, bagaimana seharusnya kita menghadapi kasus ini?

saya sangat tertarik dengan reaksi Nabi Isa A.S. ketika dia diperhadapkan dengan seorang perempuan  yang tertangkap basah sedang berzinah. para ahli agama yahudi yang menganut ajaran Nabi Musa A.S. yang tertulis di dalam Kitab Suci Taurat menyatakan bahwa hukuman bagi perempuan itu adalah dilempari batu hingga mati (dirajam). para ahli agama yahudi ini menantikan apa reaksi Nabi Isa A.S.

penasaran dengan kelanjutannya? mari kita baca kisah selengkapnya.

Pada waktu hari masih pagi sekali, Isa sudah tiba kembali di Bait Allah. Semua orang datang kepada-Nya, lalu Ia duduk dan mengajar mereka.
Kemudian para ahli Kitab Suci Taurat dan orang-orang dari mazhab Farisi membawa seorang perempuan yang kedapatan berbuat zina.
Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah, lalu mereka berkata kepada Isa, “Ya Guru, perempuan ini kedapatan sedang berbuat zina.
Dalam Kitab Suci Taurat, Nabi Musa menyampaikan pesan supaya kita merajam orang yang demikian. Apakah pendapat Guru mengenai hal ini?”
Hal itu mereka katakan untuk mencobai Dia, supaya mereka dapat mempersalahkan-Nya. Tetapi Isa membungkuk dan menulisi tanah dengan jari-Nya.
Ketika mereka tidak juga berhenti bertanya kepada-Nya, Isa berdiri dan bersabda kepada mereka, “Siapa di antara kamu yang tidak berdosa, hendaklah ia yang mula-mula melemparkan batu kepada perempuan itu.
Lalu Ia kembali membungkuk dan menulisi tanah dengan jari-Nya.
Setelah mereka mendengar hal itu, pergilah mereka seorang demi seorang mulai dari yang paling tua, hingga akhirnya tinggal Isa seorang diri dengan perempuan itu, yang masih berdiri di situ.
Kemudian Isa berdiri dan bersabda kepadanya, “Hai perempuan, ke manakah mereka? Tidak adakah orang yang menghukum engkau?
Jawabnya, “Tidak ada, ya Junjungan.” Lalu sabda Isa, “Aku pun tidak akan menghukum engkau. Pergilah, dan mulai saat ini janganlah berbuat dosa lagi.” (Yahya 8:2-11, Kitab Suci Injil)
para ahli agama yahudi tidak menghukum perempuan itu karena mereka tahu bahwa sebenarnya mereka juga berdosa. demikian juga seharusnya kita sebagai sesama manusia ciptaan Sang Khalik. kita tidak berhak menghukum (mencekal, membakar foto, mengutuk, mendemo) ketiga artis kita yang sedang khilaf ini. bukankah ada hukum yang berkata jika ada pria yang menginginkan (berpikiran zinah) seorang wanita, maka ia sudah berzinah? bukankah ada juga hukum yang berkata jika kita marah kepada saudara kita maka kita adalah seorang pembunuh? jika kita hendak menerapkan hukuman pada sesama kita yang bersalah, mari terapkan hukuman itu terlebih dahulu pada diri kita.
mengapa Nabi Isa A.S. tidak menghukum wanita yang kedapatan berzinah itu? karena hukuman atas dosa tidak akan menghentikan dosa. hanya rahmat Allah yang bisa membuat manusia lepas dari dosa. rahmat seperti apa? Nabi Isa A.S. memberikan rahmat Allah kepada perempuan itu, yaitu tidak ada penghukuman baginya. ketika perempuan itu menerima rahmat-Nya, maka dia akan memiliki kemampuan untuk meninggalkan perzinahannya, bukan malah jatuh semakin dalam dalam perzinahannya. itulah sebabnya mengapa Nabi Isa A.S. berkata supaya perempuan itu pergi dan tidak berbuat dosa lagi sesudah dia menyatakan tidak ada penghukuman bagi perempuan itu.
sekarang, bagaimanakah tanggapan Anda terhadap kasus video porno mirip artis ini?

6 thoughts on “neither do I condemn you

  1. Tulisan yg OK banget..!
    Kesalahan or dosa bisa diselesaikan dengan pengampunan dan bukan dengan penghukuman.
    Penghukuman hanya akan membuat orang masuk dalam penghakiman dan terjerumus lebih jauh tapi pengampunan memutus rantai kematian dan melahirkan sejarah baru bagi tiap orang.
    Mari bersama memutuskan rantai kematian bagi bangsa ini.

  2. bener banged,,,, cerita ini hampir mirip dengan yang terjadi sekrang2 ini sama maraknya video panas itu,, kemarin2 waktu liat mereka di tv, jadi keinget sama maria itu,, respon yang baik adalah dengan tidak menghakimi mereka, walopun banyak pihak yang sudah menolak dan bahkan kalaupun pihak polisi tidak menghukum mereka,, salah satu organisasi tertentu akantetap pakai cara mereka sendiri supaya artis2 tersebut dihukum…

    tidak menghakimi, namun mendoakan mereka,, supaya mata hati mereka terbuka dan dapat melihat,, walopun mereka sudah terhina dan ditolak oleh banyak orang, namun, ada satu pribadi yang tidak akan pernah menolak mereka… yaitu Nabi Isa.A.S.

    we are living by grace…and they are deserving too…

    thx for the posting say… :p

  3. kak chris..aku juga agak2 gemes nih sama media..
    isunya jadi semakin besar karna berita ini terus nongkrong dari pagi-pagi buta sampe tengah malam *lebay dikit..

    menurutku sih seharusnya media bisa berhikmat menyiarkan berita-berita..
    yah, bukan sekedar ngejar rating aja..walau beritanya emang lagi hot banget, tapi kita masing-masing harusnya sadar kalo kita pegang kontribusi yang cukup besar untuk masa depan bangsa which is terletak di generasi2 muda..

    to be honest, i don’t care who the person really are..mau itu ariel ato upin ato ipin..
    for me, none of my business..dan aku juga ga punya hak dan kewajiban untuk ikut2an menyalahkan atau membela..
    tapi aku jadi peduli ketika berita ini mulai merusak pikiran2 masyarakat, terutama anak2 di bawah umur..

    how to make them (media2 itu maksudnya) shut their mouth?

  4. Isa dapat berkata demikian, karena Dia Tuhan. Karena Dia manusia sekaligus Tuhan 100%, Dia tidak berbuat dosa (dan seharusnya Dia saja lah yang layak menghukum orang itu) krn Dia saja lah Tuhan sekaligus manusia yang tidak berbuat dosa….namun Dia memilih untuk tidak melakukannya.
    Dia berkuasa dan justru mengampuni dosa manusia. Jika Dia saja mengampuni dosa dan kesalahan manusia…maka kita…siapa kah kita yang berhak mengekspos dan menghukum dosa orang lain?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s