bangunan cagar budaya

beberapa waktu yang lalu saya membeli buku 100 Bangunan Cagar Budaya di Bandung. buku ini menarik buat saya karena menceritakan tentang bagian dari kota Bandung, kota kelahiran saya. buku ini ditulis oleh Ibu Harastoeti (yang menyelesaikan studi S1 hingga S3-nya di Teknik Arsitektur ITB) dan diterbitkan oleh CSS Publish Bandung).

IMG_0019

buku ini dibagi menjadi 5 bagian utama (tidak termasuk kata pengantar, daftar isi, dan daftar pustaka), yaitu :

  1. sejarah singkat kota Bandung
  2. peristilahan, pengertian dan prinsip konservasi
  3. pendekatan dan kriteria dalam konservasi
  4. pembagian kawasan dan subkawasan
  5. kawasan dan seratus bangunan cagar budaya

well, karena lebih tertarik pada gambar, maka saya langsung membaca bagian lima dan men-skip empat bagian sebelumnya. lalu saya langsung mencari bangunan yang saya kenali yaitu sekolah-sekolah saya. and this is it…!!

IMG_0021

Sekolah Santa Angela – Jl. Merdeka No. 24

pada tahun 1906, para biarawati Ursulinen yang datang ke Bandung memulai pelayanan mereka di bidang pendidikan dengan membangun Taman Kanak-kanak, Sekolah Kepandaian Putri, lalu dilanjutkan dengan membangun Sekolah Dasar. bangunan awal untuk sekolah dibangun tahun 1906 di atas lahan di Schoolweg (Merdikaweg) dengan fungsi sebagai sekolah Katholik khusus wanita yang dibimbing oleh para suster. para suster ini tinggal di biara di dalam kompleks sekolah (dan selama bersekolah di Santa Angela, saya tidak pernah tahu bagaimana bentuk biara yang pintu masuknya ada di sebelah bangunan TK ini). lalu pada tahun 1922 dibangunlah bangunan baru yang megah, terdiri dari dua lantai, hasil dari rancangan Biro Arsitek Hulswit, Fermont & Cuypers.

pada awalnya, lantai pertama bangunan yang menghadap Jl. Merdeka digunakan sebagai tempat menginap bagi tamu siswi asrama, sedangkan lantai dua berfungsi sebagai asrama. nah, klo sekarang lantai satu untuk SMP, lantai dua untuk SMA.

gaya bangunan masih menunjukkan adanya pengaruh Belanda dengan teritisan yang pendek, namun telah mengadopsi bentuk lokal yang terlihat dari atap dua susun yang merupakan upaya penyikapan pada iklim tropis. demikian pula ruangan yang tinggi memberikan vertikalisme yang kuat yang merupakan ciri dari pengaruh Art Deco.

nah, ini adalah hanyalah sebagian kecil dari isi buku ini. masih ada 99 bangunan lagi, hehehehe. nanti kita lanjutkan lagi dengan bagian lainnya.

6 thoughts on “bangunan cagar budaya

  1. wah ternyata kak christ tertarik juga dengan bangunan2 tua ya? sama dong.. rasanya adem aja liat rumah/bangunan jaman dulu.. pengen punya satu tapi harganya pasti mahal.. haha

  2. berarti klo di kampus, kamu berasa adem banget dong, ko? hehe. iyaaaa… pgn punya rumah yang udah dibangun dari zaman belanda, tapi harganya pasti selangiiittt…

  3. ayoo kita foto2 diBraga, kk mah sukanya GPIB wastukencana ama Isola, soalnya prnah foto dsana hha
    eeh mama kk alumni Angela loooh, kk prnah main2 ksana loooh…;p

  4. o, gitu toch,, nyang namanya instagram,
    wahh, sy juga hobby tuh,,
    sy juga take a picture asal bagus, anytime and everywhere,
    ntar saya coba share deh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s